Langsung ke konten utama

POLITIK DAN KEBUSUKANNYA






Kekuasaan serupa tuhan
kau agungkan mereka yang memilikinya
kau lumrahkan semua jalan tuk mendapatkannya
bahkan tak mengapa, jika harus menjilat bokong hitam sang penguasa

politik adalah dunia
yang di dalam nya tak mengenal kata kawan, kerabat, apalagi kemanusiaan
di wajah mereka topeng topeng terikat kuat
propaganda propaganda sesat di buat hebat
seperti cakar yang mencengkeram kuat dan mengoyak tubuh keadilan

politik adalah taman surga
tempat bermainnya para mafia
di otak mereka hanya berisi kuasa dan dunia
menghilangkan beberapa nyawa, bukanlah masalah besar
menumbalkan teman sejalan, mungkin masih hal yang wajar
asal bendera namamu berkibar, semua jalan kau anggap benar

politik pun serupa arena pertempuran
pertarungan tanpa wasit dan aturan
apapun yang ingin kau lakukan, lakukan lah
apapun yang ingin kau makan, makan lah
karena di arena ini, uang berbicara lebih keras dari biasanya

itulah politik dan semua kebusukannya
uang membutakan mata mereka
serakah mematikan nurani mereka,
jangan tanya kan keadilan pada mereka
mereka semua mungkin benci dengan kata itu

karna "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia"
hanya untuk hafalan bocah SD saja

ApxRahman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SESAL

Untuk pemuda yang lupa hari tua untuk wanita dengan aurat terbuka untuk manusia yang berfikir dangkal percayalah, kau kan terselimut sesal setiap hidup pasti bersisi kelam serupa siang yang mempunyai malam gunakan terangmu seperlunya mungkin kau tersenyum di gelap gulita dan mereka yang mengejar cinta mati matian bertahan untuk satu nama berkorban uang demi cinta yang semu membuang waktu tuk hal yang kurang perlu jika masanya nanti kau jatuh pakaian lusuh, dan langkah yang rapuh kau arungi lautan sesal tanpa sampan air matamu malah buat kau tenggelam cukup kau habiskan seluruhmu cukup kau gadaikan segalamu hari esok mu masih butuh sesuatu dan kematian sudah mendengar langkah goyah mu selagi kesempatan masih menggantung di bukit harapan selagi kedua kaki masih bisa kau langkahkan karna seburuk apapun masa lalu mu masa depan mu masih bisa kau rapihkan. ApxRahman

PETRICHOR

bangkusenja - wordpress.com Mungkin banyak dari mereka yang tidak suka ketika hujan datang mereka yang memaki saat pakaian mahalnya basah, mereka yang marah ketika cucian nya tak kunjung kering, atau gerutu para penjual es yang mengutuk hari tanpa terik matahari, dan masih banyak lagi alasan kenapa mereka harus membenci hujan. Tapi soal PETRICHOR saya yakin kita semua sepakat, kita semua pasti menyukainya. jadi apa itu Petrichor ?  dan kenapa saya bilang semua orang pasti menyukainya ? Petrichor adalah aroma khas yang tercium ketika hujan membasahi tanah yang kering, istilah petrichor di buat oleh dua orang saintis yaitu  Isabel Joy Bear (Australia) & R. G Thomas (Britania) , yang telah melakukan penelitian atas fenomena tersebut dan di tahun 1964 mereka mempublikasikannya di Jurnal Nature "Nature of Agrillaceous Odor".  Istilah petrichor sendiri di ambil dari bahasa yunani yang artinya petra = batu, dan chor = darah yang mengalir dal...

LELAKI PENCEMBURU

Sepositif.com Kehilangan mu adalah hal menakutkan hingga dulu, kau begitu erat ku genggam ku batasi semua gerak mu ku awasi semua langkah mu ku patahkan sayap mu, agar kau tak terbang sedetik pun dariku ku kendalikan dunia mu, agar aku menjadi satu satu nya dunia untuk mu saat itu kamu hanya mengangguk dan tersenyum menandakan semua masih baik baik saja kau ikuti segala aturanku kau terima semua perlakuan ku tanpa ada sedikitpun raut keterpaksaan dari wajah mu. aku jumawa dadaku membesar aku semakin yakin kau seutuhnya milik ku memarahimu karna hal sepele sudah berani kulakukan Bahkan aku pernah membentak mu, saat aku lihat chat dari teman kerja mu itu. aku memarahi mu, hingga keluar kata kasar yang saat ini sangat aku sesalkan. kamu hanya diam, setelah semua penjelasan mu tak membuat emosi ku redam. air mata mu mengalir, membelai pipi mu yang merah serupa lahar panas yang membanjiri tanah yang tandus seolah berkata "tolong hentikan marah mu, aku lelah,...